Social Icons

Featured Posts

Share It

Thursday, July 23, 2015

Wireline Logging Operation

Untuk pembukaan di Tahun 2015 (red:awalnya tulisan ini mau naik cetak awal tahun, tapi ternyata baru bisa sekarang) topik yang akan saya bahas kali ini berhubungan dengan pekerjaan saya yang telah saya tekuni selama lebih dari 4 tahun. Bagi yang belum mengetahui saya bekerja sebagai seorang Field Engineer pada bagian Wireline (Wire Logging and Perforation) di perusahaan Schlumberger.

Sebelum berlanjut,bagi yang belum mengetahui saya bekerja di perusahaan Schlumberger, yaitu sebuah perusahaan Oil Service Company yang menunjang pekerjaan explorasi minyak dan gas bumi. Sebagai service company maka jasa service berupa teknologi, alat, dan keahlian maunsia didalamnya yang menjadi komoditi usaha. Untuk lebih tahu detail saya yakin bisa didapat lebih melalui om Google atau Wikipedia.

Nah...sekarang berlanjut untuk posisi yang saya jalani yaitu Field Engineer bidang Wireline. Wireline Logging Operations merujuk kepada istilah pekerjaan untuk mengetahui tentang kandungan isi bumi yang terdapat dalam sumur minyak atau gas. Hal ini dilakukan dengan memasukkan peralataan logging ke dalam sumur minyak dengan menggunakan kabel besi/baja. Di dalam tautan besi baja tersebut juga terdapat kabel yang berfungsi sebagai konduktor untuk menghubungkan komunikasi elektrik antara peralatan di dalam sumur dengan perangkat elektronik di permukaan. Untuk mudahnya mari bayangkan anda akan mengambil air di dalam sumur air dengan menggunakan ember yang diikat dengan tali. Maka untuk mendapatkan air anda akan menurunkan ember dengan dan kemudia setelah berada pada kisaran air yang diinginkan anda mengerek ember itu ke atas dengan air didalamnya. Seperti itulah prinsip kerja dasar dari wireline, dimana ember tersebut bisa kita analogikan sebagai peralatan yang mencatat kandungan/karakteristik isi sumur minyak atau gas.



*Foto selfie di tengah job/kerja "perayaan"4 tahun di perusahaan :D

Wednesday, July 1, 2015

Sekilas Kenangan di Balikapapan

Balikpapan, kota antah berantah awalnya yang sekarang tersulap jadi kota yang banyak orang ingin tinggal disana. Kotanya rapih, bersih, teratur dan memberikan tingkat ekonomi yang baik bagi para penghuninya. Balikpapan....dan ternyata sudah 4 tahun mengembara (bahasanya kayak pesilat jaman dulu) mengumpulkan rejeki di sana. Terasa ga terasa, karena banyak aktivitas dan kesibukan selama 4 tahun itu. Dan ternyata memang banyak kesan di Balikpapan... Walau hampir tiap saat disibukkan dengan kerjaan yang ga pernah habis, (apalagi di perusahaan oil service yang menuntut untuk siap sedia 24/7 ngalahin waktu untuk pacaran) Balikpapan tetap mengasiikkan. Kenapa, karena selalu ada kegiatan yang asik untuk dilakukan, mulai dari "private time" sampai jalan2 ke beberapa tempat indoor atau outdoor, termasuk kerja itu sendiri. Untuk tahu betapa asiknya kerjaan sebagai Wireline Engineer atau kerja di Service Company, akan saya tulis di article berikutnya (eaa...memberikan kesan akan ada yang baca). Akhiran -kah, - na sering terucap ketika bertemu dengan orang - orang yang asli atau sudah lama tinggal di Balikpapan. Ga terasa sekarang juga terbawa misalnya bicara dalam bahasa Indonesia. Sudah cukup sekian, terkesan bombastis judul artikelnya walau ga banyak yang ditulis hehe PS : tulisan ini memang sudah lama mau disusun dan naik tulis ke blog. Tapi selalu ga dapat mood hehehe....baru kali ini maksaain harus nulis di blog karena rencana di resoulusi 2015... Ditulis di Udhailiyah, job MDT, sumur HARADH_1152_0 Saudi Arabia (biar keliatan eksis pas ngejob masih bisa nulis) 01-Jul-2015.

Saturday, November 8, 2014

5 Hak Perusahaan Kepada Karyawannya - & - 5 Hak Pribadi Karyawan

Sebagai seorang pekerja profesional, seringkali tuntutan dari perusahaan atau manager membuat kita merasa terbebani lebih dari deskripsi tugas posisi yang kita tempati. Akan tetapi dalam tulisan ini saya akan mencoba sharing untuk 5 Hak Perusahaan Kepada Karyawannya - & - 5 Hak Pribadi Karyawan

Untuk kali ini saya akan gunakan materi presentasi saya di slideshare seperti dibawah ini :



Sunday, September 7, 2014

Cara Gila Jadi Pengusaha (Purdi E. Chandra) - Resensi & Mind Map

Ini sebuah tahapan baru buat gw untuk menuangkan bacaan yang telah gw baca dan merangkumnya bedasarkan mind map yang gw buat. 

Salah satu buku yang baru gw baca adalah Cara Gila Jadi Pengusaha yang dikarang oleh Purdi E. Chandra. Untuk tahu siapa itu Purdi E. Chandra bisa di cek sendiri di google dan akan banyak hasil yang diperoleh (salah satu bocoran dia pendiri Primagama dan EU).

Nah dalam buku itu dia menjelaskan tentang menjadi Pengusaha yang Entrepreneur. Teori yang tersaji disusun dalam beberapa bab dan gw jadikan node utama dari judul buku tersebut. Baru di dalam bab - bab itu gw masukkan tentang poin - poin yang dia mau jelaskan lebih. Mind map dari buku itu gw buat seperti gambar dibawah :



Simpel dan terstruktur kan,,,karena ketika nanti ingin merefresh isi dari buku itu lagi kita ga perlu buka buku, baca daftar isi, coba me-rewind apa isinya, atau membacanya lagi. Karena itu mind map ini powerful buat gw dan akan menjadi metode gw.

Semoga bermanfaat...

salam,

A.S.H

Sunday, July 6, 2014

Bicara Tentang Pilih Memilih

Berhubung sedang demam pemilu, kampanye sana - sini dan bikin eneg isi jejaring media dan sosial gw mau bahas sedikit ah tentang yg berbau bau politik juga.

Sampai sekarang gw masih belum mempercayai sistem demokrasi yang sekarang diterapkan di Indonesia itu adalah sistem demokrasi yang sesuai dengan bangasa Indonesia. Alasan gw karena sistem demokrasi yang gw tau, punya prinsip semua orang adalah sama. Disini turunannya, 1 orang rakyat punya nilai atau kedudukan yang sama. Entah dia seorang profesor, seorang pejabat tinggi, direktur, petani, tukang sayur, pelajar, dll semua dianggap sama. Terus dengan sangat majemuknya bangsa Indonesia, dari sisi budaya, agama, tingkat ekonomi, pendidikan, dll tentu itu bukan sesuatu yang sama dan bisa dipersamakan, karena toh perbedaan itu bisa jadi berkah ketika memang berjalan beriring. Perbedaan itu kan harusnya dilebur dalam musyawarah mufakat (yah bahasa orang atas ada lobi2 nya lah) dan menurut gw bukan berdasar suara terbanyak (voting). Yah jelas kalau voting, masyarakat paling padat ada di Pulau Jawa, dan terbukti kan sekarang hehe

Nah gw jadi inget bahasan tentang sistem politik begini dengan salah seorang yang berpengaruh dalam hidup gw. Pola demokrasi dengan sistem pemilihan suara terbanyak mungkin tepat ketika diposisikan untuk memilih di tingkat lokal atau partai. Sementara untuk tingkat nasional seperti presiden dan wakil presiden itu bisa melalui musyawarah untuk mufakat dari wakil - wakil kita yang terpilih secara lokal atau daerah. Kenapa masih ada pemilihan suara terbanyak? Karena untuk mencapai kata mufakat itu susah seperti yang gw bilang diatas dengan kemajemukan yang kita punyai. Tapi kalau dari sisi lokal itu bisa maka akan memperkecil kemungkinan pergolakan yang ada.

Btw, tulisan ini terbesit lagi di tengah muaknya gw dengan berbagai kampanye yang menurut gw ga tepat, saling buruk memburukkan, kampanye asal ngomong, dll. Dan gw bahagia ketika yang terpilih nanti bukan hanya sebagai seorang boneka, tapi punya kapabilitas yang kuat untuk jadi figur penggerak Indonesia, walau gw juga yakin 1 orang tanpa tim yang baik itu juga tidak bisa berbuat apa - apa


A.S.H
- Binjai, Sumuatera Utara-
- Ramadhan, entah hari ke berapa -